Selasa, 05 Juni 2018

Masih kah disebut ibu?

Ini adalah kisah masa kini yang menimpa segelintir wanita jaman sekarang.  Hanya segelintir saja, saya yakin.

Mengenai seseorang yang disebut Ibu.

Tentu wanita yang ingin menjadi ibu seharusnya menjadi istri terlebih dahulu.  Tapi jaman sekarang segelintir ibu bukanlah seorang istri.  Beberapa anak, lahir tanpa Bapak. Beruntungnya beberapa di antara anak tersebut mendapatkan Bapak beberapa saat sebelum dia dilahirkan.

Seorang ibu seharusnya mengandung dulu selama sembilan bulan. Menghadapi mual, muntah, susah tidur, dan lelah yang bertambah-tambah. Tapi anehnya beberapa ibu jaman sekarang tidak perlu lagi mengandung, mereka bisa menitipkan anak mereka di rahim ibu pengganti.

Ketika ingin berjumpa dengan bayi mereka, seharusnya ibu melahirkan bayi mereka. Dengan menahan pembukaan dari satu sampai sepuluh.  Belasan jam bahkan puluhan jam merasakan sakit demi sakit kontraksi persalinan. Mengusap peluh dan mempertaruhkan nyawa demi melahirkan bayi yang sangat dirindukan.   Tapi segelintir ibu tidak perlu melahirkan, bayi mereka bisa 'dilahirkan' oleh dokter, tinggal memilih tanggal cantik saja. Beberapa terpaksa karena kondisi darurat, sebagian lagi memilih demikian.

Seorang ibu biasanya menyusui bayi-bayi mereka dengan ASI yang akan menjelma menjadi darah dan daging anak-anak mereka, menguatkan imunitas, dan menambah kedekatan batin dengan anak mereka. Namun segelintir ibu sekarang tidak lagi menyusui bayi mereka, sudah ada susu formula.

Seorang ibu biasanya mengurus dan mendidik anak-anak mereka.  Tapi jaman sekarang segelintir ibu tidak perlu lagi mengurusi anak-anak mereka, cukup diberikan semua urusan repot tersebut kepada baby sitter. Urusan makanan dan memandikan tidak perlu turun tangan lagi. Akhir bulan tinggal membayar upahnya.

Seorang ibu seharusnya mengajarkan keterampilan berbicara, mengawasi dan menemani anak bermain. Tapi sekarang, segelintir ibu tidak perlu berlelah-lelah lagi begitu, sudah ada tablet dan hape berisi game dan berbagai aplikasi edukasi. Serahkan saja benda persegi panjang itu, maka anak-anak akan diam dan tidak mengganggu lagi.

Ibu, sebuah kata mulia yang terkorup oleh jaman. Mari sama-sama kita bercermin ibu, sambil menghela napas berat, sambil menahan tusukan panah pilu di hati, atau sambil mengusap air mata jika perlu.  Pantaskah kita disebut ibu?

Sabtu, 21 April 2018

Wasiat Mamak Untuk Anak-Anaknya

Anak-anak mamak tersayang..

Tulisan ini akan agak berat nak, silahkan kalian baca kembali berulang-ulang. Saat kalian besar nanti.

April 2018 ini usia Abang Umar masih 2 tahun 4 bulan, sedangkan Adik Mazaya baru genap 6 bulan. Tapi waktu ibarat waktu, hahahaa..  Maaf nak, mamak tidak mendapati makhluk lain yang bisa diibaratkan kepada waktu, karena sulit menemukan sesuatu yang bisa disamakan dengannya. 

Waktu itu adalah makhluk yang sangat konsisten, dia bergerak sesuai dengan aturan Allah secara teratur.  Sehari tetap 24 jam, mau itu hari Senin yang sibuk ataupun Hari Minggu yang lapang. Semenit tetaplah 60 detik. 

Waktu adalah hamba Allah yang paling ikhlas. Dia hanya berjalan karena Allah.  Tidak pernah dia memperlambat lajunya di hari Raya Idul Fitri karena banyak manusia yang memuji hari tersebut.  Tidak juga dia berlari kencang di hari-hari musibah hanya untuk membuat manusia tidak terlalu lama bersedih.  Tidak..  Waktu berjalan berdasarkan ketentuan Allah, baik saat kita senang, sedih, terjaga, atau tertidur.  Contoh lah ia, menolong lah karena Allah, jangan pernah menyesal pernah menolong seseorang hanya karena ia menyakitimu di kemudian hari.  Buang sifat dendam nak, belajarlah membuangnya, karena engkau lebih butuh ikhlas. Karena ikhlas lebih dekat dengan Allah.

Anak-anakku, oleh karena waktu begitu terbatas, jangan lalai sayang...  Ingat waktu terus berjalan.  Hidup ini tidaklah lama..  Perbanyaklah beribadah, memohon ampunan Allah, dan mendo'akan sesama muslim, orang tua termasuk kakek, nenek,  buyut, hingga ke atas. 

Ingat sayang..  Waktu mamak terbatas, dan kalian pun akan begitu, alangkah indahnya saat kita sudah tiada, masih ada anak cucu kita yang mendo'akan kita. Maka ini menjadi pesan mamak, do'akan pula nenek buyut kita, semoga kelak Allah menganugerahkan kepada kita anak cucu yang tetap mendo'akan kita selepas kita berpulang kepada Allah yang kekal.

Anak-anak mamak, tak terlukis kan keindahan kasih sayang mamak kepada kalian.  Dalamnya lebih dalam dari Samudera.  Semua peluh yang menetes, stres pekerjaan, lelah, dan semua sumber daya yang kami miliki kami ikhlaskan untuk bisa membesarkan kalian menjadi manusia yang dicintai Allah.  Namun ada yang lebih besar dari cinta orang tua nak..  Itu adalah cinta Rasulullah Muhammad peace be upon to him,  kepada kita umatnya. Cintanya kepada kita membuat ia rela seandainya Allah mengijinkan agar semua sakit sakaratul maut umatnya ditimpakan kepadanya saja, ia rela menanggungnya.  Hanya beliau yang memiliki cinta sebesar itu nak.. Bacalah riwayat tentang beliau, maka hatimu akan lembut, bershalawat lah setiap terlintas di benakmu tentangnya nak..

Anakku, peliharalah shalat.  Jika tertinggal segera qadha.  Jangan menimbun hutang shalat nak.  Itu adalah kewajiban yang tak akan tunai dengan ibadah sunnah.  Qadha! Jangan dengarkan mereka yang mengatakan tidak ada qadha shalat.  Belajarlah anakku, belajarlah kepada alim ulama.  Cari ulama anakku, mereka adalah sumber cahaya.  Cari ulama anakku.  Tak cukup hanya membaca buku saja dalam mencari ilmu agama. Ada keberkahan guru yang akan menjagamu seumur hidup jika engkau memiliki guru.

Nak..  Kita butuh dunia, kita butuh mencari nafkah.  Ambil yang halal, tinggalkan yang haram.  Abuchik kalian, Bapak Kandung Mamak, semoga Allah merahmati beliau pernah berkata, "yang kon atra tanyoe, mandum atra gob" artinya yang bukan milik kita, semua milik orang lain.  Renungkan nak..  Renungkan dalam-dalam.

Tapi ingat nak..  Jangan lalai mencari harta, sungguh waktumu itu lebih berharga dari pada harta yang kau kumpulkan.  Perhatikan keluargamu, perhatikan orang-orang lemah disekitarmu.  Kunjungi saudara-saudaramu. Beristirahatlah, berzikirlah di setiap harimu.  Tidak usah mati-matian untuk sesuatu yang tidak dibawa mati.  Berbahagialah, nikmati rezekimu, dan sedekahkan sebagiannya, jangan engkau kikir. Ada hak orang lain di dalam hartamu. 

Mudah-mudahan ini akan menjadi bekal yang indah bagi kalian di masa depan.  Semoga Allah tunjukkan tulisan mamak ini kepada kalian nak. 

~Rimo,  21 april 2018, 23:12 WIB.
Ditulis sambil merindukan Ayah yang sedang dinas ke Banda Aceh.

Rabu, 18 April 2018

Talak

*CARA RUJUK SETELAH PERCERAIAN*

*Pertanyaan:*

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Buya, saya mau bertanya, bagaimana cara merujuk perkawinan yang sudah ditalak dan habis masa iddahnya?

*Jawaban:*

Wa’alaikumussalam Wr. Wb.
Perceraian yang benar-benar sah ada 3 macam:

1. Cerai yang bisa kembali tanpa saksi dan tanpa akad baru lagi, yaitu cerai pertama dan kedua selagi sang istri masih dalam masa iddah (penantian). Suami bisa kembali kepada istri cukup dengan mengatakan: “Aku kembalikan engkau dalam pernikahan” atau kalimat yang serupa maknanya. Rujuk ini tidak perlu persetujuan sang istri.
Masa iddah ada 4 macam:

a) Wanita hamil sampai melahirkan. Jika telah melahirkan selesailah masa penantiannnya.
b) Wanita tidak hamil yang masih bisa haid, yaitu dengan 3 kali suci, misalnya : Seorang wanita dicerai dalam keadan suci

(1) lalu datang haid kemudian suci (2) lalu haid kemudian suci (3). Jika masa suci yang ketiga ini telah selesai maka berakhirlah masa penantian (iddah).

c) Wanita  yang  belum  haid  atau  sudah tidak haid, yaitu dengan 3 (tiga) bulan hijriyah.
d) Wanita yang suaminya meninggal maka masa idahnya adalah menanti 4 bulan 10 hari hijriyah.

2. Cerai  yang  tidak  bisa  kembali  kecuali  dengan  akad nikah yang baru lagi dengan terpenuhi ketentuan- ketentuannya. Mereka adalah wanita yang dicerai 1 dan 2 dan telah berlalu masa iddahnya.

3. Cerai yang tidak bisa kembali kecuali sang istri telah selesai masa iddahnya lalu menikah dengan suami  yang baru hingga menggauli wanita tersebut, kemudian suami yang baru tadi telah mencerai wanita tersebut. Apabila telah selesai masa iddah dari suami yang kedua maka boleh bagi suami yang pertama kembali lagi kepada mantan istri dengan pernikahan baru dengan terpenuhinya ketentuan pernikahan seperti saat pertama kali menikah. Ini bagi wanita yang telah dicerai 3 kali, baik dengan satu demi satu hingga 3 kali atau sekaligus cerai 3.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Jumat, 02 Februari 2018

Tingkah Ajaib Umar : nenek gayung

"mamak..  Tarok sana..  Tarok sana.." maksudnya Umar meminta saya untuk meletakkan gayung yang ada di tepi bak mandi ke atas kulkas.  Sudah seminggu ini dia selalu merengek soal gayung.  Dia tidak mengijinkan ada gayung di kamar mandi.  Termasuk semua jenis wadah plastik yang bisa digunakan untuk mengambil air.  Semuanya harus dikembalikan ke rak piring.  Kami hanya boleh menggunakan selang.  Itu juga setelah digunakan harus segera dicopot dari keran dan digantung ke sangkutan handuk. 

Selain itu air keran di kamar mandi tidak boleh hidup "matikan mak...  Matikan..."  ucapnya sambil menangis jika saya menghidupkan keran di kamar mandi. Lampu kamar mandi juga harus dimatikan dan yang terakhir pintu kamar mandi wajib ditutup.

####sekian

Tingkah Ajaib Umar : gara-gara iklan royco

Gara-gara lihat iklan royco yang ada masakan ayamnya,  Umar malam ini tiba-tiba merengek "mamak.. Masak ayam...." ya ampunn...  Anak umur dua tahun ini minta mamaknya masakin ayam???  Saya rada tergelitik.  "Iya besok ya" jawab saya sambil menyuapi nasi goreng dengan telor dadar yang masih hangat. "Bukaann..  Bukan ini.. Bukan telor.. Ayam...  Mau ayam.." Kali ini dia mulai menangis.  Saya harus cepat-cepat putar otak.  Adik mazaya sudah ngantuk berat,  jika abang menangis adik pasti ikutan nangis, dan mereka akan konser bersama-sama.  Saya tidak sanggup menghadapi apa yang terjadi dua malam yang lalu, dimana mereka menangis bersamaan dan saya kelabakan,  yang satu mau menyusui yang lain minta dipeluk, sementara kami hanya bertiga di rumah. Kebetulan suami sedang dinas ke Palembang dan kakak ipar yang ditunggu-tunggu belum juga datang.  "Ayamnya udah pulang nak.. Besok ya kita tangkap..  Kita potong baru kita masak".

.....

Selasa, 09 Januari 2018

Sewa Rahim?? Sanggup bayar berapa?

Emosi saya tak terbendung membaca tulisan Ibu Ninin Kholida menanggapi seorang Jeremy Tetty si pembela LGBT (mungkin juga pelaku) yang mengatakan bahwa pasangan gay bisa punya keturunan dengan cara sewa rahim.  Pikirannya sudah terlalu sesat dan dibutakan oleh pemikiran liberal. Terima kasih ibu ninin.. telah engkau jabarkan perjuangan seorang ibu untuk dibaca oleh dunia. Banyak ibu yang merasakannya.. tapi hanya sedikit yang mampu memberitahukan dunia bagaimana rasanya proses mengandung dan melahirkan.

Sewa rahim bukan hal yang baru kali ini saya dengar. Tapi baru kali ini saya dengar kembali setelah saya menjadi seorang ibu. Baru kali ini saya dengar kembali setelah saya merasakan persalinan yang merupakan momen yang begitu dahsyat. Sesar atau normal tidak ada yang mudah. Saya sudah merasakan kedua duanya dengan semua reseptor nyeri yang melaporkan ke otak saya semua ini adalah kesakitan yang dahsyat. Namun hati saya tetap mengatakan berjuanglah... berjuanglah.. seorang manusia yang akan menyebarkan kebaikan akan segera lahir.. berjuanglah.. seorang anak yang akan membukakan pintu-pintu syurga untukmu dan untuk orang lain akan keluar dari rahimmu. Bertahanlah.. Allah sedang mencintaimu dengan merontokkan semua dosa yang telah pernah kau perbuat. Berjuanglah untuk kebahagiaan suamimu dan keluarganya.. berjuanglah untuk anakmu yang telah engkau jaga lebih baik dari engkau menjaga dirimu sendiri.

Subhanallah... Dalamnya kasih sayang seorang ibu tak bisa diukur anakku.. Dalam sakitnya bersalin kami masih bisa tersenyum hanya dengan membayangkan betapa mungilnya bayi yang akan kami lahirkan.

Maka bagaimana bisa seorang wanita rela menjual bayinya hanya untuk sejumlah uang yang tak seberapa jangan tanya saya. Karena saya seorang ibu.

Bagaimana seorang perempuan dilarang oleh uang untuk menyebut bayinya sendiri adalah miliknya, melainkam milik pasangan menjijikkan dua lelaki gay jangan tanya saya. Karena saya seorang ibu.

Bagaimana bisa menyerahkan seorang bayi yang suci untuk dibesarkan dalam keluarga yang merupakan pasangan lesbian yang bobrok akhlaknya jangan tanya saya. Karena saya seorang ibu.

Bagaimana seorang wanita mengkhianati Tuhan yang menganugerahkannya rahim yang suci dan mulia untuk diisi dengan sperma haram jangan tanya saya. Karena saya seorang istri.

Saya resah...

Saya seorang ibu yang resah...

Saya resah dengan iblis-iblis yang menyesatkan anak-anak muda kita yang kosong imannya. Dengan pemikiran-pemikiran kotor berkedok hak asasi manusia. Sedang mereka dengan dalih haknya tapi merampok paksa hak seorang anak untuk dibesarkan dan dididik dengan baik, tanpa boleh dibela karena ada surat adopsi berstempel negara di tangan mereka. Jangan sampai.. jangan sampai mereka diberi ruang berlebihan. Atau mereka akan mengobrak-abrik negeri kita yang beradab ini.

Kamis, 26 Oktober 2017

Semoga Lekas Sembuh Sahabat..

Tiba-tiba kabut hitam menggelapkan hariku. Entahlah berita sakitmu sangat menghujam jantungku kali ini. Di saat sedang mengandung anak pertamamu, ujian berat harus kau pikul.

Meningitis terdengar begitu menakutkan bagiku. Seolah-olah aku yang divonis begitu.

Ya Allah.. Berikanlah kesembuhan baginya.. Sahabatku. Kakakku. Intan Khuratul Aini.