persalinan paling cepat, dan ilham dari amplop

Alhamdulillah. Tanggal 29 januari 2026, saya melahirkan anak ke lima saya. Seorang putra dengan berat 2,9 kg, pada jam 9 pagi. 

Ini adalah persalinan paling cepat yang pernah saya alami. Dan saya sudah mempersiapkan persalinan ke lima ini dengan banyak sekali bekal. Berikut ceritanya.

Saya akan menceritakan riwayat persalinan saya sebelumnya secara ringkas. Sekalian saya mau melakukan napak tilas sedikit atas ingatan saya pada pengalaman bersalin saya yang cukup beragam dan menarik, setidaknya bagi saya sendiri. 

Anak ke 1
Anak pertama saya lahir melalui bedah cessar. Kenapa? Karena letak sungsang dan saya masih sangat muda waktu itu, dan sangat polos alias tidak punya ilmu apapun tentang hamil dan melahirkan.

Anak ke 2
Anak ke dua saya lahir dengan jarak kurang dari 2 tahun dari persalinan sebelumnya. Tapi saya tidak ingin mengulang pengalaman SC. Saya belajar dan menemukan ternyata ada yang namanya VBAC. Vaginal birth after cessarean. Dan saya aplikasikan betul ilmu ilmu yang saya dapat dari kisah VBAC orang lain. Nutrisi terbaik, susu sehari 0,5-1 liter, minum minyak zaitun, makan kurma, kurangi karbo, olahraga pagi sore, main gymball. Dan Alhamdulillah walau tidak dapat dukungan dari dokter obgyn, saya berhasil melahirkan secara normal. Walaupun saya harus melewati kontraksi 3 hari 3 malam lamanya, dan lahir di 42 minggu. Tapi karena usia masih muda, nutrisi sangat optimal, dan keyakinan saya bahwa Allah pasti mengabulkan do'a yang saya panjatkan setiap hari, saya akhirnya bisa melewatinya. 

Anak ke 3.
Kehamilan ke 3 ini adalah kehamilan yang saya lewati dengan pengalaman pahit sebelumnya, saya keguguran 2x, dan itu cukup merobek hati saya. Bahkan di kehamilan ini saya sempat mengalami flek, yang akhirnya saya harus bedrest kurang lebih 10 hari sambil tiduran terus sepanjang hari, dan ngungsi ke rumah mertua waktu itu. Dan syukur Alhamdulillah bayi saya bisa bertahan. Kehamilan ini saya bereksperimen untuk tidak menjalani olahraga khusus, cukup menjalani pekerjaan rumah. Karena pada waktu itu saya baru resign kerja, dan jadi ibu rumah tangga sepenuhnya tanpa ART. Kan kata orang pekerjaan rumah itu sama dengan olahraga. Saya juga tidak terlalu menahan selera makan, saya suka makan kolak. Padahal biasanya itu bukan makanan kesukaan saya. Dan akhirnya saya melahirkan ya mungkin tidak terlalu lama, sekitar 12 jam kontraksi. Jauh lebih cepat dari pada persalinan ke dua. Tapi kontraksinya sangat kuat, saya berjam jam di klinik bidan sampai berhasil bersalin. Namun apa yang terjadi setelahnya? Saya harus dipapah untuk sekedar berjalan masuk ke mobil. Tubuh saya sakit semua. Kaki saya lemas tak berdaya. Saya merasa seperti orang yang baru turun dari ring tinju, dan saya babak belur dihajar lawan. Jadi saya mengambil kesimpulan, ibu hamil wajib olahraga. 

Anak ke 4.
Nah, kehamilan ke 4 ini saya jalani di saat saya sudah kembali bekerja sebagai PNS. Di trimester terakhir, saya membebaskan diri saya makan durian sebanyak banyaknya. Buah durian, pulut durian, kuah durian. Dan akhirnya saya harus melahirkan bayi berbobot 4 kg. Dengan proses pembukaan yang cukup lama.. dari jam 12 malam sampai lahir di waktu ashar. Iya saya masih sempat sholat subuh dan zuhur dalam keadaan menahan kontraksi yang sangat mengguncang tubuh saya, tapi tetap harus berdiri dan mengerjakan rukun rukun sholat. Melahirkan bayi besar benar benar termasuk persalinan yang amat berat. Kaki saya lemas, bahkan sempat sulit berjalan selama berhari hari. Maka saya menyarankan untuk mengontrol diet kalian selama hamil.

Anak ke 5
Pengalaman sebelumnya sudah memberikan pengalaman yang banyak bagi saya. Saya berharap persalinan yang lebih baik kali ini. Usia saya sudah jauh dibanding persalinan sebelumnya, saya sudah berusia 35 tahun. Tentu daya tahan tidak sekuat dulu. Maka saya belajar lagi segala macam ilmu soal persalinan. Syukurnya sekarang info seputar tips tips persalinan di instagram dan youtube sangat banyak. Saya mengatur pola makan, meluangkan waktu untuk jalan cepat, jalan kepiting, squad, belajar nafas, dan sebagainya. Menjelang persalinan, saya melihat postingan dari IG Bidan Kita yang bagi saya itu adalah mutiara ilmu. Sini saya bagikan. Persalinan sama sekali bukan soal kuat mengejan, persalinan adalah tentang posisi optimal janin di jalan lahir, nafas ibu, dan kerja sama antara ibu dan bayi. Bayi berusaha keluar melewati lorong yang sempit, kadang kadang di perjalanannya terhenti karena sulitnya jalan, sehingga dia butuh ibu yang mengganti ganti posisi tubuh untuk memudahkan dia melewati jalan sempit itu, dan gravitasi akan sangat membantu. Jadi ibu jangan banyak rebahan, berdiri dan bergoyanglah karena akan sulit melewati lorong sempit tanpa bantuan gaya gravitasi. 
Di hari hari mendekati HPL, saya masih masuk kantor. Dan ada satu kejadian yang memberikan saya ilham untuk mengoptimalkan proses persalinan saya. 
Saat itu saya diminta bantu untuk memilah dan memasukkan SK pekerja yang baru diangkat. Jadi ada sekitar 1400 SK yang harus dimasukkan ke amplop SK. Entah mengapa amplop yang dibeli itu ukurannya kecil, sehingga ngepas dengan kertas SK. Agak sulit memasukkannya. Bisa bisa kertas SK atau amplopnya yang robek jika tidak dilakukan dengan benar. Jadi saya mencoba memasukkan di atas meja dengan posisi mendatar. Sulit. Butuh beberapa kali penyesuaian agar kertas masuk. Teman teman saya mulai mengeluh dan menggerutu kenapa tidak tukar saja amplopnya dengan yang lebih besar. Namun saya hanya bekerja saja, saya hanya mencari cara lebih mudah memasukkannya. Saya ganti cara dengan memasukkan kertas ke amplop secara vertikal, dan menggoyang goyangkan amplop sedikit. Kertas dapat masuk sampai dasar amplop dengan lebih cepat.
Itu adalah momen AHA bagi saya. Berarti jika saya melahirkan juga sama, jika kontraksi datang, saya harus berdiri, bergoyang goyang, melakukan squad atau sekedar menggoyangkan pinggul, itu akan bisa membantu bayi saya turun lebih cepat.
Dan benar saja, pada jam 3 dini hari kontraksi itu datang. Saya bangun. Berdiri. Melakukan gerakan gerakan untuk membantu bayi turun. Hingga tiba waktu subuh. Pukul 6 saya membangunkan suami saya dan kontraksi serasa makin intense. Hampir tidak berjeda. Saya tetap berusaha di posisi berdiri, atau jongkok, atau berlutut. Sampai akhirnya pukul setengah 9 pagi. Darah mulai terlihat. Langsung cukup banyak. Dan kontraksi sudah tidak tertahankan. Saya pergi ke bidan. Dan tidak perlu pemeriksaan lagi. Bayi saya meluncur dalam 3x tarikan nafas. Alhamdulillah. Sebuah persalinan yang cepat. Saya datang pada saat lastpush, sesuai dengan keinginan saya. Dan cukup 6 jam. Dan ini adalah persalinan saya yang paling mudah. 

Cerita yang cukup panjang yaa... 
Jarang jarang saya punya waktu menulis sepanjang ini. Alhamdulillah.

0 Komentar untuk "persalinan paling cepat, dan ilham dari amplop"

persalinan paling cepat, dan ilham dari amplop

Alhamdulillah. Tanggal 29 januari 2026, saya melahirkan anak ke lima saya. Seorang putra dengan berat 2,9 kg, pada jam 9 pagi.  Ini adalah p...

Back To Top